Apapun yang terjadi kepada Anda, akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda, bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.Maka mulailah dari tempat di mana Anda berada, dan mulailah sekarang. Anda sampai, hanya karena Anda berangkat.Dan ingatlah, bahwa Batas waktu itu dibuat bukan karena Anda harus selesai, tetapi karena Anda harus segera memulai. Dan setelah pengertian ini mendapatkan tempat yang kuat di hati Anda, perjelaslah bagi diri Anda sendiri, bahwa Keberhasilan Anda ada pada tempat yang lebih tinggi dari yang sedang Anda kerjakan sekarang. Kemudian, janganlah berlaku seperti orang yang mengeluhkan apa saja yang tidak terlihat di dalam sebuah gambar, Berfokuslah pada yang telah jelas terlihat, karena dari sana lah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda. Lalu bekerja keraslah dalam kedamaian bahwa Anda telah melakukan yang benar. Janganlah berupaya menjelaskan mengapa Anda tidak mencapai yang belum Anda capai. Bekerjalah untuk mencapai yang telah jelas bagi Anda. Maka, Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.(Mario Teguh)

27 Mar 2009

ORIENTALISME DAN KRISTENISASI Studi Kasus: Program Studi Lintas Agama di Yogyakarta

DITULIS OLEH : ADIAN HUSAINI (Direksi INSISTS dan sekaligus peneliti INSISTS yang paling aktif menghasilkan tulisan-tulisan ilmiahnya)

Trilogi klasik dalam penjajahan, yakni ”kolonialisme, orientalisme, dan
evangelisme – masih tetap berlangsung hingga kini. Hubungan antara orientalisme dan
misi kristen dalam sejarah sangat erat. (Lihat, misalnya, buku Alwi Shihab berjudul
Membendung Arus dan Aqib Suminto, Politik Islam Hindia Belanda). Untuk memuluskan
misinya, banyak kaum misionaris menggunakan metode orientalisme, yakni upaya
pengkajian masalah ketimuran, khususnya Islam, dengan tujuan merusak Islam dan
menimbulkan keraguan kaum Muslim terhadap agamanya. Tokoh yang sangat fenomenal
dalam tradisi orientalisme terhadap Islam adalah Peter the Venerable (lahir 1094), seorang
pendeta Kristen dari Biara Cluny, Perancis. Ia terkenal dengan kata-katanya: ” I come to
meet the Muslim not by force but by reason, not with arms but by words and not in hatred
but in love.”

SELENGKAPNYA DOWNLOAD DI SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOBAT KANG JURED