Apapun yang terjadi kepada Anda, akan tetap menjadi sesuatu yang menguatkan Anda, bila Anda tidak mengijinkannya untuk melemahkan Anda.Maka mulailah dari tempat di mana Anda berada, dan mulailah sekarang. Anda sampai, hanya karena Anda berangkat.Dan ingatlah, bahwa Batas waktu itu dibuat bukan karena Anda harus selesai, tetapi karena Anda harus segera memulai. Dan setelah pengertian ini mendapatkan tempat yang kuat di hati Anda, perjelaslah bagi diri Anda sendiri, bahwa Keberhasilan Anda ada pada tempat yang lebih tinggi dari yang sedang Anda kerjakan sekarang. Kemudian, janganlah berlaku seperti orang yang mengeluhkan apa saja yang tidak terlihat di dalam sebuah gambar, Berfokuslah pada yang telah jelas terlihat, karena dari sana lah Anda mencapai tempat-tempat yang belum terlihat bahkan oleh imajinasi Anda. Lalu bekerja keraslah dalam kedamaian bahwa Anda telah melakukan yang benar. Janganlah berupaya menjelaskan mengapa Anda tidak mencapai yang belum Anda capai. Bekerjalah untuk mencapai yang telah jelas bagi Anda. Maka, Mulailah keberhasilan Anda dari mana pun Anda berada.(Mario Teguh)

9 Mar 2009

The Riba-Interest Equation and Islam: Reexamination of the Traditional Arguments

Dr. Mohammad Omar Farooq

Associate Professor of Economics and Finance
Upper Iowa University

November 2005
[Draft; Feedback welcome]


For the Word version, with better formatting and footnotes, click here.

NOTE for fellow Muslims: Because this topic of riba involves what is haram (prohibited) and halal (permissible) in Islam, every Muslim MUST do his/her own due diligence and conscientiously reach own position/decision in regard to personal practice. In doing so regarding this matter or any other aspect of life, Muslims should seek guidance from the Qur'an and the Prophetic legacy.


[Abstract: Islamic finance and banking movement has now become mainstream with participation and competition from the leading, multinational conventional banks. The movement is based on the Qur'anic prohibition of riba and the presumed riba-Interest equation. The literature of Islamic economics and finance routinely mention and articulate the rationales for Islamic prohibition of interest. This paper examines the merit and relevance of traditional arguments, especially in light of the claims and conduct of the Islamic financial institutions.]

FOR MORE CLICK HERE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SOBAT KANG JURED